Article

Cara Merawat Kulit yang baik
2016-05-30 03:06:12

Kondisi kulit merefleksikan kesehatan tubuh Anda. Untuk menjaganya tetap terlihat sehat dan segar, pahami cara merawat kulit dengan benar.

Kulit adalah organ terluar dari tubuh dan berfungsi melindungi organ dan jaringan yang ada di baliknya. Meski begitu, kulit juga merupakan salah satu pintu utama masuknya penyakit ke dalam tubuh dan menjadi penanda adanya penyakit tertentu. Selain menjaga temperatur tubuh dengan mengeluarkan keringat, saraf pada kulit juga memungkinkan Anda meraba dan merasa.

 

Jaringan yang Kompleks

Kulit adalah salah satu organ paling besar dan kompleks. Kulit terdiri dari epidermis sebagai lapisan terluar yang mengandung sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen yang menentukan warna kulit. Lapisan ini terus beregenerasi untuk mengganti sel-sel kulit yang telah mati.

Dermis, yaitu lapisan di bawahnya, mengandung folikel, kelenjar minyak, kelenjar keringat, saraf, dan pembuluh darah. Sementara hipodermis, yaitu bagian yang terdalam, tersusun atas lemak dan jaringan ikat.

Kulit bisa menjadi organ yang paling rentan terkena gangguan. Dari gigitan serangga, jerawat, hingga virus bisa mengganggu kesehatan kulit. Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang sering terjadi kepada kulit:

  • Jerawat: kondisi saat minyak dan sel kulit mati menyumbat pori-pori. Kondisi umum ini pernah dialami sekitar 85% orang pada suatu waktu.
  • Ruam: umumnya ruam disebabkan oleh iritasi, alergi atau efek samping dari pengobatan tertentu.
  • Selulitis: kulit berwarna merah, hangat, dan sering kali diiringi ruam yang terasa sakit. Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada dermis atau jaringan di bawahnya. Umumnya disebabkan oleh infeksi.
  • Dermatitis: istilah umum untuk peradangan pada kulit. 

 

Beda Jenis, Beda Perawatan

Jenis kulit umumnya dapat dibedakan menjadi: kulit normal, berminyak, kering, dan sensitif. Sebagian orang juga memiliki kombinasi jenis kulit pada area tubuh yang berbeda. Perbedaan jenis ini disebabkan oleh:

  • Kandungan minyak, berpengaruh pada kehalusan kulit.
  • Kandungan air, berpengaruh elastisitas kulit.
  • Tingkat kepekaan kulit yang berbeda-beda.

Jenis kulit Anda dapat berubah seiring dengan pertambahan usia, perubahan lingkungan tempat tinggal, pergantian cuaca, atau pengaruh penyakit. Perbedaan karakter ini membuat perawatan pada tiap jenis kulit menjadi berbeda-beda.

 

Kulit kering:

  •  Kulit kering relatif lebih berisiko untuk menjadi keriput dan terbakar sinar matahari. Oleskan pelembab kulit berbahan dasar minyak yang mengandung sun protection factor (SPF) terutama setelah mandi, setidaknya dua kali sehari.
  • Gunakan sabun dengan kandungan yang ringan. Produk berbahan dasar alkohol dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit makin kering.
  • Terlalu sering mencuci kulit wajah atau tubuh dapat menyapu minyak alami yang membuat kulit tetap sehat. Mandi dengan air dingin lebih baik dibanding dengan air hangat untuk mencegah kulit menjadi kering. Minum cukup air dan konsumsi buah-buahan yang mengandung air seperti pepaya dan semangka untuk menjaga kadar air dalam tubuh.
  • Pilih pelembab dengan kadar moisturizer lebih tinggi dan mengandung hyaluronic acid, dimethicone, glycerin, propylene glycol, lanolin, dan petrolatum yang dapat menjaga kelembaban kulit.

 

Kulit berminyak:

  • Pilih produk berbahan dasar air. Hindari yang berbahan dasar minyak atau alkohol.
  • Setelah kulit dibersihkan, oleskan moisturizer bebas minyak pada malam hari.
  • Pembersih yang memiliki kandungan beta hydroxy acid (BHA) dapat membantu mencegah
  • penumpukan minyak pada pori-pori kulit.

 

Kulit normal:

  • Lindungi kulit dengan mengoleskan pelembab sepanjang hari. Pilih yang mengandung moisturizer berbahan dasar air yang terasa ringan dan tidak lengket.

 

Kulit sensitif:

  • Jika kulit Anda tergolong sensitif, sebaiknya menghindari pelembab yang beraroma atau
  • mengandung parfum untuk mengurangi iritasi.
  • Pilih produk berlabel hypoallergenic dan berbahan dasar alami. Kulit sensitif bisa kurang cocok dengan produk yang mengandung AHA dan BHA jadi sebaiknya dihindari.
  • Pilih produk yang mengandung kurang dari 10 bahan. Makin sedikit bahan yang digunakan, berarti potensi kerusakan kulit berkurang.